Popular Posts

Judi Culi

Bukan Lagi Soal Penindakan, Warga Parittiga Menagih: Siapa ‘Orang Kuat’ di Balik Judi Culi dan Sabung Ayam?

PARITTIGA, BANGKA BARAT, AGGRESSIVE – Keresahan warga Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, atas maraknya aktivitas perjudian telah mencapai titik jenuh. Ketika arena judi darat jenis Fuo dan Kodok-Kodok milik bandar kawakan Culi tak pernah ditindak bahkan tersentuh hukum, lalu disusul munculnya arena judi sabung ayam  rutin setiap hari Jumat di Dusun Puput Atas, narasi di tengah masyarakat kini telah bergeser tajam.

Kejenuhan publik tak lagi lugu mempertanyakan mengapa Aparat Penegak Hukum (APH) setempat terkesan lamban atau enggan bertindak. Pertanyaan mendasar yang kini berembus kencang di tengah warga Parittiga adalah: Siapa sosok kuat di belakang layar yang membekingi para aktor judi ini hingga begitu adem ayem beroperasi, bahkan membuat Polisi di Bangka Barat ciut tak bernyali menghadapi Culi?

Dua Arena, Satu Pola Pembiaran

Sikap apatis warga bukan tanpa alasan. Rekam jejak penanganan kasus judi di wilayah Parittiga, Jebus menyuguhkan pola yang seragam di mata publik:

  1. Judi Fuo & Kodok-Kodok Culi: Berlangsung bertahun-tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah antara kebun pribadi hingga pemukiman dekat fasilitas publik. Laporan media dan warga hanya direspons dengan sidak yang berujung nihil karena diduga bocor atau dilakukan di luar jam operasional (17.00 – 21.00 WIB).
  2. Judi Sabung Ayam Puput Atas: Muncul sebagai ajang pekanan setiap hari Jumat di Dusun Puput Atas, Desa Puput. Keterbukaan arena ini mempertegas kesan bahwa para penyelenggara tidak memiliki rasa takut sedikit pun terhadap jerat hukum.

Dugaan “Tembok Kokoh” dan Pertanyaan Publik

Ketidakberdayaan atau keengganan APH tingkat lokal untuk menyegel lokasi dan menangkap aktor utama seperti Culi memunculkan spekulasi liar di masyarakat. Warga menilai, tanpa adanya jaminan “keamanan” atau tembok pelindung dari oknum berpengaruh, sangat tidak masuk akal sebuah arena judi bisa bertahan bertahun-tahun di tengah gelombang pemberitaan media. Lalu sosok tersebut?

“Kalau cuma bandar biasa tanpa bekingan, sudah lama digulung polisi. Tapi ini dari dulu Culi main terus, sekarang malah ada sabung ayam lagi tiap Jumat. Jadi warga tidak heran lagi kalau tak ada penindakan, yang kami tanyakan sekarang siapa orang kuat di belakang mereka?” tegas seorang warga Parittiga.

Upaya konfirmasi yang berulang kali dilayangkan media kepada pimpinan kepolisian daerah setempat pun kerap hanya berujung pada jawaban diplomatis “Terima kasih informasinya” atau bahkan bungkam tanpa tindak lanjut konkret di lapangan.

Menagih Komitmen Presisi dan Keberanian Kapolda Babel

Kondisi ekonomi masyarakat Parittiga yang sedang terpuruk makin diperparah oleh maraknya arena perjudian yang menyedot uang rakyat kecil. Ketika warga sudah tidak lagi percaya pada penindakan di tingkat bawah, bola panas kini berada di tangan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dan Mabes Polri.

Sesuai instruksi tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyikat habis judi online maupun judi darat beserta oknum pembekingnya, publik Bangka Barat menunggu pembuktian nyata. Mengungkap dan menangkap Culi serta menutup gelanggang sabung ayam di Puput Atas adalah satu-satunya cara bagi kepolisian untuk menjawab kecurigaan publik dan membuktikan bahwa hukum di Bangka Belitung tidak tunduk pada kekuatan di belakang layar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *