Popular Posts

Jaringan Akbar

Jaringan Gurita Bos Akbar dan Batak : Menelusuri Jalur Hitam Timah Ilegal di Gudang Kuday Sungailiat, Dirtipidter Mabes Polri Belum Berikan Jawaban

AGGRESSIVENEWS, SUNGAILIAT, BANGKA — Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan untuk memikat 1.000 titik tambang ilegal dan membongkar pembekingan timah di Kepulauan Bangka Belitung seolah menjadi ujian terbuka bagi aparat penegak hukum daerah. Di lapangan, peredaran dan penampungan timah tanpa izin diduga masih dikendalikan secara masif oleh aktor-aktor bermodal besar. Sorotan tajam kini tertuju pada sosok pengusaha berinisial Akbar, yang disinyalir sebagai salah satu kolektor sekaligus penampung hasil tambang timah ilegal terbesar di wilayah Bangka Tengah hingga Bangka Induk.

Berdasarkan penelusuran lapangan oleh tim investigasi media Aggressivenews.com, Akbar menjalankan skema rantai pasoknya secara amat terstruktur. Ia mengandalkan orang kepercayaannya yang akrab disapa Batak, bersama sejumlah kaki tangan di lapangan untuk mengondisikan, mengawasi, hingga mengamankan alur pasokan dari para penambang liar.

Peta Jaringan Pengepul: Dari Pesisir Hingga Gudang Utama

Hasil investigasi mendalam tim Aggressivenews.com berhasil memetakan sejumlah titik krusial yang menjadi lapangan perburuan timah jaringan ini:

  1. Kawasan Simper, Koba (Bangka Tengah): Lokasi tambang darat yang terus disedot tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) resmi.
  2. Pesisir dan Perairan Belinyu: Titik rawan tempat beroperasinya ponton-ponton tambang yang merusak ekosistem pesisir.
  3. Muara Nelayan II, Jalan Laut Sungailiat: Aktivitas penyedotan pasir kuarsa dan timah yang berada tepat di zona sensitif alur pelayaran masyarakat nelayan.

Seluruh hasil ekstraksi pasir timah dari berbagai daerah tersebut disinyalir bermuara di satu tempat penampungan akhir: Sebuah gudang tertutup di kawasan Kuday, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Gudang ini diduga menjadi benteng transit sebelum pasir timah diolah atau diselundupkan keluar pulau.

Operasi Senyap dan Taktik “Bungkam”

Sistem operasional yang tertutup rapi membuat jaringan Akbar dan Batak terkesan tak tersentuh. Pendekatan berbasis rantai terputus digunakan untuk meminimalkan jejak digital serta menghindari endusan petugas maupun media.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi Aggressivenews.com masih menghadapi tembok tebal dalam mengonfirmasi langsung keberadaan Akbar maupun Batak. Namun demikian pihak media akan terus melakukan dan menggali informasi atas keberadaan Akbar dan Batak guna kepentingan konfirmasi.

Sementara itu permintaan konfirmasi ke pihak Dirtipidter Mabes polri hingga saat ini masih diupayakan.

Kendati demikian, berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan berita (cover both sides), tim investigasi Aggressivenews.com dipastikan terus melakukan verifikasi lapangan, melacak alur transaksi keuangan, serta mendesak Kepolisian Daerah Bangka Belitung dan Ditreskrimsus untuk membongkar dugaan tindak pidana dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba (Pasal 161) terkait penadahan hasil tambang ilegal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *